twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

Minggu, 23 September 2012

6 Cara Memperkuat Lemah Jantung

Share

lemah-jantungLemah jantung adalah kondisi dimana jantung tidak normal akibat menurunnya fungsi jantung dalam memompa darah. Biasanya lemah jantung diderita setelah seseorang sakit atau ada kondisi tertentu yang merusak organ jantung.
Kondisi jantung yang lemah ini harus segera ditanggulangi agar tidak semakin memburuk dan yang jelas akan semakin membahayakan kondisi penderitanya.
Bagaimana caranya? Itu pasti pertanyaan yang muncul di benak Anda. Tidak ada cara lain kecuali menerapkan pola hidup sehat. Beberapa cara dan tips memperkuat jantung lemah ini bisa dijadikan panduan untuk membantu memulihkan kondisi jantung yang tidak normal.

Berolahraga Ringan 30 Menit

Rajin berolahraga adalah cara tepat memulihkan lemah jantung. Seperti melakukan senam aerobik yang akan meningkatkan detak jantung dan menurunkan tekanan darah atau melakukan olahraga mudah lainnya seperti jalan kaki, berkebun, naik sepeda, dan berenang.
Rutin melakukannya minimal 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu akan menguatkan jantung lemah Anda. Berolahraga juga sangat baik untuk memperkuat kondisi psikis Anda.
Olahraga aerobik bermanfaat memperkuat lemah jantung, hal ini dibuktikan lewat penelitian yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Universitas Columbia pada tahun 2007. Aerobik terbukti mengurangi respon berlebihan dalam tubuh dan mengurangi kemungkinan terjadinya aterosklerosis.
Dari 46 sampel darah orang dewasa yang diteliti sebelum dan setelah melakukan aerobik, ditemukan bahwa respon berlebihan dalam tubuh cenderung lebih dapat dikendalikan pada orang yang teratur melakukan aerobik. Hal ini sangat baik bagi kesehatan jantung karena respon yang berlebihan dalam tubuh dapat menjadi pangkal terjadinya serangan jantung.

Berhenti Merokok

Rokok adalah musuh terbesar jantung. Menghisap rokok secara terus-menerus sama seperti dengan memasukkan racun ke dalam tubuh sendiri. Perlambatan atau pelemahan kerja jantung termasuk salah satu akibat dari asap rokok yang terus-menerus masuk ke dalam tubuh.
Zat karbonmonoksida pada rokok dapat memicu terjadinya aterosklerosis, yaitu pengerasan pada pembuluh koroner. Zat CO2 dan nikotin pada rokok juga akan membuat lemah jantung sebab pembuluh darah menjadi menyempit dan mengurangi kemampuan sel darah merah dalam memasok oksigen. Keburukan lain dari rokok adalah meningkatkan tekanan darah. Untuk memperkuat lemah jantung, Anda wajib menghindari rokok selama-lamanya.

Menurunkan Berat Badan

Memiliki berat badan normal juga membantu memperkuat lemah jantung. Berat badan berlebih membuat organ-organ tubuh akan bekerja ekstra keras. Selain potensial mengakibatkan terjadinya serangan jantung, kelebihan berat badan juga akan memicu stroke, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Mengurangi berat badan ke kondisi normal bukan saja akan membantu menguatkan jantung yang lemah, namun juga memperlancar peredaran darah dan menurunkan tekanan darah.

Mengurangi Lemak

Berhati-hatilah saat mengonsumsi daging yang mengandung lemak tinggi. Hal itu akan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh dan menyebabkan terjadinya penimbunan lemak. Akibatnya, aliran darah menjadi tidak lancar dan membahayakan kesehatan jantung.
Untuk mengatasi lemah jantung, mengurangi konsumsi daging sudah seharusnya dilakukan. Batasi konsumsi daging berlemak tinggi tidak lebih dari 10 persen konsumsi kalori sehari-hari Anda. Supaya lemah jantung yang Anda derita tidak bertambah buruk.

Waspadai Penyakit yang Berhubungan dengan Jantung

Diabetes dan kelebihan kolesterol tinggi adalah faktor resiko terjadinya serangan jantung. Untuk itu, Anda wajib mewaspadai terjadinya kondisi buruk tersebut. Selalu menjaga kesehatan tubuh dan berkonsultasi dengan dokter merupakan cara untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan tersebut.

Batasi Konsumsi Makanan Pabrik dan Konsumsi Suplemen Herbal

Makanan dari pabrik seperti makanan kaleng biasanya mengandung lemak yang dapat mempengaruhi kesehatan prima jantung. Menghindari makanan buatan pabrik itu sangat dianjurkan untuk membuat jantung lemah Anda tidak bertambah parah. Cara lain, Anda dapat mengonsumsi herbal seperti Noni Juice atau Sarang Semut.
Neil Solomon, MD.PhD, peneliti masalah kesehatan dari Amerika melaporkan bahwa buah Noni mengandung sejenis fitonutrien, yaitu scopoletin yang berfungsi untuk memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan serta membersihkan endapan penyebab aterosklerosis dalam pembuluh darah. Dengan demikian, pembuluh darah menjadi lentur sehingga kerja jantung memompa darah tidak begitu berat dan tekanan darah menjadi normal.
Sama seperti Noni Juice, Sarang Semut juga bekerja dengan menyehatkan sistem pembuluh darah yang bersumbangsih pada terjadinya lemah jantung. Kombinasi berbagai senyawa aktif yang dimilikinya juga mampu menstabilkan ritme jantung sehingga herbal ini juga layak dipertimbangkan untuk mengatasi gangguan lemah jantung yang Anda miliki.
Sebenarnya, masih ada beberapa tanaman obat lain yang berpotensi digunakan dalam mencegah dan mengatasi berbagai gangguan penyakit jantung termasuk lemah jantung.
Namun, kedua herbal ini adalah yang paling direkomendasikan karena memang sudah terbukti secara empiris efektif dalam pengobatan penyakit jantung.Sudah banyak juga referensi-referensi yang tersedia sehubungan dengan bagaimana kedua herbal ini ampuh dalam memperbaiki kinerja jantung.

Fakta Tentang Jangkauan Pendengaran Manusia


Manusia adalah makluk paling cerdas di planet ini, ngak tahu deh kalau planet yang lain. Namun, kalau soal kemampuan indra penciuman dan pendengaran. Maka, hewanlah yang lebih unggul daripada kita. Kita akan berbicara mengenai jangkauan pendengaran manusia. Jangkauan pendengaran manusia adalah satu set frekuensi yang terdengar oleh telinga manusia. Yuk, Mari kita memahami kerja telinga manusia terhadap persepsi suara.

Telinga manusia adalah organ kompleks yang terdiri atas tulang kecil dan tulang rawan. Gelombang suara datang melalui telinga luar dan melewati saluran telinga dan sampai ke gendang telinga (membran timpani). Hal ini membuat membran mengalami osilasi(goyangan), menyebabkan kompresi alternatif dan penghalusan. Gerakan ini juga mengerakkan tulang telinga lainnya. Frekuensi diukur dalam hal osilasi dari tulang-tulang ini, per detik. Satuan frekuensi adalah hertz. Biasanya, 1 Hz = 1 siklus / detik.

Dalam kondisi yang normal, rata-rata telinga manusia dapat mengidentifikasi dan membedakan gelombang suara di kisaran 20 Hz sampai 20 kHz (20.000 Hz). Namun, seiring pertambahan usia, kemampuan pendengaran pada frekuensi yang lebih tinggi mulai berkurang. Berbeda dengan bayi, bayi memiliki kapasitas pendengaran maksimum dan semakin berkurang pada umur 8 tahun.

Pengujian di laboratorium, jangkauan pendengaran manusia diukur dengan audiometer yang memancarkan gelombang suara dari berbagai frekuensi dan headphone dikalibrasi. Dalam kondisi ideal seperti itu, telinga manusia dapat mendegar suara dalam frekuensi antara 12 Hz sampai 20 kHz.

Bagaimana dengan jangkauan pendengaran antara pria dan wanita? Ada perbedaan yang signifikan antara jangkauan pendengaran pria dan wanita. Ditemukan fakta, bahwa perempuan lebih sensitif terhadap rentang frekuensi yang lebih tinggi daripada pria, begitu juga halnya dengan frekuensi yang lebih rendah kurang lebih sama pada pria dan wanita.

Meskipun, skala frekuensi adalah skala yang paling umum yang digunakan untuk mengukur kemampuan pendengaran manusia, tetapi tidak jarang juga digunakan satuan pascal (Pa) atau desibel (dB). Namun, skala pascal sangat rumit. Hal ini dinyatakan dalam uPa, di mana 1 uPa menunjukkan jarak yang ditempuh oleh gelombang suara selama osilasi, yang setara dengan sepersepuluh dari diameter atom hidrogen. Gelombang suara di telinga manusia bergerak dengan jarak lebih jauh dari itu, sehingga membuatnya sulit untuk diukur dalam skala uPa. Suara paling lembut yang bisa didengar oleh telinga manusia adalah sekitar 20 uPa. Skala desibel lebih sederhana karena merupakan skala logaritmik, yang secara langsung menerjemahkan skala uPa. Dimana 0 dB = 20 uPa. Dengan demikian, 20 juta uPa = 120 dB. Dengan demikian, rentang pendengaran manusia dalam dB adalah 0 dB sampai 120 dB.

Jangkauan pendengaran manusia secara luas bervariasi antara satu orang dengan lainnya. Jadi, untuk mendeteksi gangguan pendengaran, lebih baik mengukur jangkauan pendengaran seseorang dengan menggunakan skala yang direferensikan daripada menggunakan skala standar normal. Tes dapat dilakukan dengan menggunakan alat diagnostik pendengaran yang canggih, yang secara akurat dapat mendeteksi dan mendiagnosa penyebab gangguan pendengaran.

4 Faktor yang Membuat Kulit Sensitif pada Sinar Matahari



Manfaat sinar matahari terhadap tubuh memang banyak, namun terlalu banyak terpapar sinar matahari juga tidak baik, karena dapat menyebabkan berbagai masalah kulit seperti, kanker kulit, alergi dan penuaan dini. Namun, ada beberapa orang yang memiliki kulit yang sangat sensitif terhadap sinar matahari.

Orang-orang yang memiliki kulit sensitif ini dapat mengembangkan reaksi alergi ketika terpapar sinar matahari. Hal ini juga bisa terjadi pada orang yang tidak alergi sekalipun. Tentu saja hal ini terjadi karena faktor-faktor tertentu. Berikut adalah empat faktor yang membuat kulit Anda menjadi sensitif terhadap sinar matahari:

Obat-obatan
Ada sejumlah obat yang meningkatkan sensitivitas kulit terhadap matahari dan menyebabkan reaksi berlebihan terhadap sinar ultraviolet. Seperti, kontrasepsi oral, obat non-steroid anti-inflamasi, antibiotik, diuretik, obat anti jamur, antihistamin, dan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kejang. Berkonsultasilah dengan dokter tentang obat-obatan yang Anda minum.

Minyak Atsiri dan Wewangian
Beberapa jenis tanaman, buah-buahan, dan sayuran mengandung furocoumarins, yaitu bahan kimia yang menyerap cahaya UV. Ketika bahan tersebut ditambahkan ke produk wewangian dan kulit kita terpapar sinar matahari, maka dapat menyebabkan kulit terbakar, ruam, dan perubahan pigmen kulit. Beberapa contoh tanaman yang mengandung furocoumarins adalah limau, peterseli, lemon, buah ara, dan sebagainya. Beberapa minyak esensial juga mengandung bahan-bahan yang meningkatkan sensitifitas kulit terhadap sinar matahari. Jadi hindari memakai produk wewangian, parfum, atau minyak esensial di bawah sinar matahari langsung.

Suplemen Herbal
Beberapa suplemen herbal dapat meningkatkan sensitifitas kulit. Contohnya tanaman St John's wort yang digunakan sebagai suplemen herbal yang dapat mengakibatkan reaksi yang fatal. Beberapa tanaman seperti seledri, lobak, dan dandelion dapat menyebabkan reaksi pada beberapa orang, baik melalui kontak kulit atau setelah memakanya dan terpapar sinar matahari.


Beberapa Kondisi Medis
Penyakit dan kondisi medis tertentu dapat meningkatkan sensitifitas kulit terhadap sinar matahari. Lupus Eritematosus Sistemik merupakan contoh penyakit yang bisa menyebabkan reaksi yang serius. Kondisi medis lainnya yang bisa meningkatkan sensitifitas kulit adalah porfiria.

Jadi sebelum Anda pergi keluar dan terkena sinar matahari, ada baiknya Anda mempertimbangkan faktor-faktor diatas untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Fakta Tentang Jangkauan Pendengaran Manusia

Fakta Tentang Jangkauan Pendengaran Manusia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGgo9wFf4VpXkKF15RUyTqOsfmLBbh42BLtXCMpnhogHml6TEPs3yAjpofgev0Ve1VTmMRdwAJiL4LV0NU6CBlihvDkcfExt-3dLwrrcBhhZ3psmiN3YW-OKNmWiYiriv7riQFRsFgvyDp/s1600/Jangkauan+Pendengaran+Manusia.jpg
Manusia adalah makluk paling cerdas di planet ini, ngak tahu deh kalau planet yang lain. Namun, kalau soal kemampuan indra penciuman dan pendengaran. Maka, hewanlah yang lebih unggul daripada kita. Kita akan berbicara mengenai jangkauan pendengaran manusia. Jangkauan pendengaran manusia adalah satu set frekuensi yang terdengar oleh telinga manusia. Yuk, Mari kita memahami kerja telinga manusia terhadap persepsi suara.

Telinga manusia adalah organ kompleks yang terdiri atas tulang kecil dan tulang rawan. Gelombang suara datang melalui telinga luar dan melewati saluran telinga dan sampai ke gendang telinga (membran timpani). Hal ini membuat membran mengalami osilasi(goyangan), menyebabkan kompresi alternatif dan penghalusan. Gerakan ini juga mengerakkan tulang telinga lainnya. Frekuensi diukur dalam hal osilasi dari tulang-tulang ini, per detik. Satuan frekuensi adalah hertz. Biasanya, 1 Hz = 1 siklus / detik.

Dalam kondisi yang normal, rata-rata telinga manusia dapat mengidentifikasi dan membedakan gelombang suara di kisaran 20 Hz sampai 20 kHz (20.000 Hz). Namun, seiring pertambahan usia, kemampuan pendengaran pada frekuensi yang lebih tinggi mulai berkurang. Berbeda dengan bayi, bayi memiliki kapasitas pendengaran maksimum dan semakin berkurang pada umur 8 tahun.

Pengujian di laboratorium, jangkauan pendengaran manusia diukur dengan audiometer yang memancarkan gelombang suara dari berbagai frekuensi dan headphone dikalibrasi. Dalam kondisi ideal seperti itu, telinga manusia dapat mendegar suara dalam frekuensi antara 12 Hz sampai 20 kHz.

Bagaimana dengan jangkauan pendengaran antara pria dan wanita? Ada perbedaan yang signifikan antara jangkauan pendengaran pria dan wanita. Ditemukan fakta, bahwa perempuan lebih sensitif terhadap rentang frekuensi yang lebih tinggi daripada pria, begitu juga halnya dengan frekuensi yang lebih rendah kurang lebih sama pada pria dan wanita.

Meskipun, skala frekuensi adalah skala yang paling umum yang digunakan untuk mengukur kemampuan pendengaran manusia, tetapi tidak jarang juga digunakan satuan pascal (Pa) atau desibel (dB). Namun, skala pascal sangat rumit. Hal ini dinyatakan dalam uPa, di mana 1 uPa menunjukkan jarak yang ditempuh oleh gelombang suara selama osilasi, yang setara dengan sepersepuluh dari diameter atom hidrogen. Gelombang suara di telinga manusia bergerak dengan jarak lebih jauh dari itu, sehingga membuatnya sulit untuk diukur dalam skala uPa. Suara paling lembut yang bisa didengar oleh telinga manusia adalah sekitar 20 uPa. Skala desibel lebih sederhana karena merupakan skala logaritmik, yang secara langsung menerjemahkan skala uPa. Dimana 0 dB = 20 uPa. Dengan demikian, 20 juta uPa = 120 dB. Dengan demikian, rentang pendengaran manusia dalam dB adalah 0 dB sampai 120 dB.

Jangkauan pendengaran manusia secara luas bervariasi antara satu orang dengan lainnya. Jadi, untuk mendeteksi gangguan pendengaran, lebih baik mengukur jangkauan pendengaran seseorang dengan menggunakan skala yang direferensikan daripada menggunakan skala standar normal. Tes dapat dilakukan dengan menggunakan alat diagnostik pendengaran yang canggih, yang secara akurat dapat mendeteksi dan mendiagnosa penyebab gangguan pendengaran.



Manfaat Kesehatan dari Mengkonsumsi Tofu




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiSxjxPWtlVMj-LvB810Mw1blYBTBd4VeuTag0hnS91Jr4afSeMOnJgEDwjphFu1ELfVxCSotwpB052dNJaQv-ZybgyiOl4skv5gMg939K0uvs4XyXAVXCZPbAoTF-YTgkOEgUDXa5j5BoP/s200/Manfaat+Kesehatan+dari+Mengkonsumsi+Tofu.jpg
Tofu atau tahu jepang adalah makanan yang mudah dijumpai di Asia. Tofu juga dikenal sebagai keju Asia. Tofu adalah makanan yang sangat bergizi dan dikatakan bahwa mengkonsumsi dua gram tofu setiap hari dapat membantu tubuh untuk mengurangi penyerapan kolesterol dari makanan yang tidak sehat.

Tofu merupakan produk olahan yang berasal dari dadih susu kedelai dan biasanya berbentuk blok persegi panjang. Tofu sangat kaya akan protein, besi, mangan dan triptofan. Tofu juga merupakan sumber asam lemak omega 3 yang tinggi. Selain itu, berisi baik jumlah selenium, tembaga, fosfor, kalsium dan magnesium. Tofu rendah kalori dan lemak dan bebas kolesterol.

Protein pada kedelai sangat baik untuk jantung. Membantu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida. Selain itu, meningkatkan kolesterol baik atau HDL dan mencegah pembekuan darah. Jadi, tofu sangat baik untuk mencegah aterosklerosis, penyakit jantung diabetes dan serangan jantung atau stroke. Kehadiran asam lemak omega 3 dalam tofu membuatnya menjadi makanan yang baik untuk kesehatan kardiovaskular. Omega 3 dikenal karena
manfaat kesehatan yang sangat baik termasuk mencegah penyakit jantung, mencegah penggumpalan darah di dalam arteri, mengurangi inflamasi, meningkatkan rasio HDL dan LDL, menurunkan kadar kolesterol dan mencegah denyut jantung tidak teratur.

Besi yang terdapat dalam tofu membuatnya menjadi makanan energi yang baik. Tembaga dan besi yang terdapat dalam tofu membantu sintesis hemoglobin, yang penting untuk produksi energi. Tembaga dan mangan sangat membantu dalam mengurangi gejala rheumatoid arthritis.

Selenium dalam tofu membantu melindungi kita terhadap penyakit, seperti asma, kanker prostat dan juga melindungi kita dari radikal bebas. Tofu juga mempunyai antioksidan yang sangat baik, membantu untuk memperbaiki DNA, melindungi sel usus besar dari racun dan mencegah kanker usus besar dan mengurangi risiko mengembangkan kanker-kanker lainnya.

Kalsium merupakan mineral yang ditemukan di tofu dalam jumlah yang baik. Hal ini berguna untuk struktur tulang dan penting bagi wanita menopause. Kalsium juga berguna dalam kasus rheumatoid arthritis dengan mengurangi keropos tulang. Tofu adalah sumber nutrisi yang penting dan Konsumsi tofu yang rutin dapat meningkatkan kesehatan secara signifikan.



Fakta Tentang Jangkauan Pendengaran Manusia


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGgo9wFf4VpXkKF15RUyTqOsfmLBbh42BLtXCMpnhogHml6TEPs3yAjpofgev0Ve1VTmMRdwAJiL4LV0NU6CBlihvDkcfExt-3dLwrrcBhhZ3psmiN3YW-OKNmWiYiriv7riQFRsFgvyDp/s1600/Jangkauan+Pendengaran+Manusia.jpg
Manusia adalah makluk paling cerdas di planet ini, ngak tahu deh kalau planet yang lain. Namun, kalau soal kemampuan indra penciuman dan pendengaran. Maka, hewanlah yang lebih unggul daripada kita. Kita akan berbicara mengenai jangkauan pendengaran manusia. Jangkauan pendengaran manusia adalah satu set frekuensi yang terdengar oleh telinga manusia. Yuk, Mari kita memahami kerja telinga manusia terhadap persepsi suara.

Telinga manusia adalah organ kompleks yang terdiri atas tulang kecil dan tulang rawan. Gelombang suara datang melalui telinga luar dan melewati saluran telinga dan sampai ke gendang telinga (membran timpani). Hal ini membuat membran mengalami osilasi(goyangan), menyebabkan kompresi alternatif dan penghalusan. Gerakan ini juga mengerakkan tulang telinga lainnya. Frekuensi diukur dalam hal osilasi dari tulang-tulang ini, per detik. Satuan frekuensi adalah hertz. Biasanya, 1 Hz = 1 siklus / detik.

Dalam kondisi yang normal, rata-rata telinga manusia dapat mengidentifikasi dan membedakan gelombang suara di kisaran 20 Hz sampai 20 kHz (20.000 Hz). Namun, seiring pertambahan usia, kemampuan pendengaran pada frekuensi yang lebih tinggi mulai berkurang. Berbeda dengan bayi, bayi memiliki kapasitas pendengaran maksimum dan semakin berkurang pada umur 8 tahun.

Pengujian di laboratorium, jangkauan pendengaran manusia diukur dengan audiometer yang memancarkan gelombang suara dari berbagai frekuensi dan headphone dikalibrasi. Dalam kondisi ideal seperti itu, telinga manusia dapat mendegar suara dalam frekuensi antara 12 Hz sampai 20 kHz.

Bagaimana dengan jangkauan pendengaran antara pria dan wanita? Ada perbedaan yang signifikan antara jangkauan pendengaran pria dan wanita. Ditemukan fakta, bahwa perempuan lebih sensitif terhadap rentang frekuensi yang lebih tinggi daripada pria, begitu juga halnya dengan frekuensi yang lebih rendah kurang lebih sama pada pria dan wanita.

Meskipun, skala frekuensi adalah skala yang paling umum yang digunakan untuk mengukur kemampuan pendengaran manusia, tetapi tidak jarang juga digunakan satuan pascal (Pa) atau desibel (dB). Namun, skala pascal sangat rumit. Hal ini dinyatakan dalam uPa, di mana 1 uPa menunjukkan jarak yang ditempuh oleh gelombang suara selama osilasi, yang setara dengan sepersepuluh dari diameter atom hidrogen. Gelombang suara di telinga manusia bergerak dengan jarak lebih jauh dari itu, sehingga membuatnya sulit untuk diukur dalam skala uPa. Suara paling lembut yang bisa didengar oleh telinga manusia adalah sekitar 20 uPa. Skala desibel lebih sederhana karena merupakan skala logaritmik, yang secara langsung menerjemahkan skala uPa. Dimana 0 dB = 20 uPa. Dengan demikian, 20 juta uPa = 120 dB. Dengan demikian, rentang pendengaran manusia dalam dB adalah 0 dB sampai 120 dB.

Jangkauan pendengaran manusia secara luas bervariasi antara satu orang dengan lainnya. Jadi, untuk mendeteksi gangguan pendengaran, lebih baik mengukur jangkauan pendengaran seseorang dengan menggunakan skala yang direferensikan daripada menggunakan skala standar normal. Tes dapat dilakukan dengan menggunakan alat diagnostik pendengaran yang canggih, yang secara akurat dapat mendeteksi dan mendiagnosa penyebab gangguan pendengaran.