Selasa, 04 Oktober 2011
8 Anjuran Bagi Muslimah
Kebanyakan saudari
muslimah secara tidak sadar atau karena belum tahu hukumnya dalam
islam, melakukan hal-hal yang tidak sesuai syariat islam. Hal-hal yang
dilarang keras bahkan pelakunya diancam siksaan yang pedih. Padahal
Allah sudah memberikan tuntunan dan peringatan serta balasan atas
perbuatan yang dilakukan…
1. Kewajiban
memakai Jilbab
Masih saja ada yang menanyakan(menyangsikan) kewajiban berjilbab. Padahal dasar hukumnya sudah jelas yaitu:
Masih saja ada yang menanyakan(menyangsikan) kewajiban berjilbab. Padahal dasar hukumnya sudah jelas yaitu:
o
Surat Al-Ahzab ayat 59 (33:59)
Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak
perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan hijab keseluruh tubuh
mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebihi mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
o Surat An-Nuur: ayat 31 (24:31)
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasanny, kecuali yang biasa tampak padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung kedadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putri mereka atau putra-putri suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau buda-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang beriman supaya kamu beruntung “
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasanny, kecuali yang biasa tampak padanya. Dan hendaklah mereka menutup kain kudung kedadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putri mereka atau putra-putri suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau buda-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan terhadap wanita, atau anak-anak yang belum mengerti aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang beriman supaya kamu beruntung “
“(Ini adalah) satu surat
yang kami turunkan dan kami wajibkan (menjalankan hukum-hukum yang ada
di dalam)nya, dan kami turunkan di dalamnya ayat ayat yang jelas, agar
kamu selalu mengingatinya”. (An-Nuur:1)
Ayat pertama Surat An-Nuur
yang mendahului ayat-ayat yang lain. Yang berarti hukum-hukum yang
berada di surat itu wajib hukumnya.
o Al-Hafizh Ibnu
Katsir berkata dalam Tafsirnya:
“Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi (yang bukan mahram/halal nikah), kecuali yang tidak mungkin disembunyikan.”
“Janganlah kaum wanita menampakkan sedikitpun dari perhiasan mereka kepada pria-pria ajnabi (yang bukan mahram/halal nikah), kecuali yang tidak mungkin disembunyikan.”
o Ibnu Masud berkata :
Misalnya selendang dan kain lainnya. “Maksudnya adalah kain kudung
yang biasa dikenakan oleh wanita Arab di atas pakaiannya serat bagian
bawah pakiannya yang tampak, maka itu bukan dosa baginya, karena tidak
mungkin disembunyikan.”
o Al-Qurthubi berkata:
Pengecualian itu adalah pada wajah dan telapak tangan. Yang menunjukkan
hal itu adalah apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah bahwa
Asma binti Abu Bakr menemui Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam
sedangkan ia memakai pakaian tipis. Maka Rasulullah berpaling darinya
dan berkata kepadanya :
“Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Semoga Allah memberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya.”
“Wahai Asma ! Sesungguhnya jika seorang wanita itu telah mencapai masa haid, tidak baik jika ada bagian tubuhnya yang terlihat, kecuali ini.” Kemudian beliau menunjuk wajah dan telapak tangannya. Semoga Allah memberi Taufik dan tidak ada Rabb selain-Nya.”
o Juga berdasarkan sabda Nabi
shalallohu ‘alahi wa sallam:
“Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah kaum muslimin dan mendurhakai imamnya (penguasa) serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya.” (Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).
Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).
Masihkah menyangsikan kewajiban mamakai Jilbab?
“Ada tida golongan yang tidak akan ditanya yaitu, seorang laki-laki yang meninggalkan jamaah kaum muslimin dan mendurhakai imamnya (penguasa) serta meninggal dalam keadaan durhaka, seorang budak wanita atau laki-laki yang melarikan diri (dari tuannya) lalu ia mati, serta seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya, padahal suaminya telah mencukupi keperluan duniawinya, namun setelah itu ia bertabarruj. Ketiganya itu tidak akan ditanya.” (Ahmad VI/19; Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad).
Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang wajib ditutup karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. (Fathul Bayan VII/19).
Masihkah menyangsikan kewajiban mamakai Jilbab?
2. Menggunjing,
Gosip = Ghibah
Maaf saudari muslimah, ini juga sangat2 sering dilakukan tanpa sadar. Begitu saja terjadi dan tiak terasa bahwa itu salah satu dosa, karena begitu biasanya. Definisi ghibah dapat kita lihat dalam hadits Rasulullah berikut ini:
Maaf saudari muslimah, ini juga sangat2 sering dilakukan tanpa sadar. Begitu saja terjadi dan tiak terasa bahwa itu salah satu dosa, karena begitu biasanya. Definisi ghibah dapat kita lihat dalam hadits Rasulullah berikut ini:
“Ghibah ialah engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu
yang ia benci.” Si penanya kembali bertanya, “Wahai Rasulullah,
bagaimanakah pendapatmu bila apa yang diceritakan itu benar ada padanya
?” Rasulullah menjawab, “kalau memang benar ada padanya, itu ghibah
namanya. Jika tidak benar, berarti engkau telah berbuat buhtan
(mengada-ada).” (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad).
Berdasarkan hadits di
atas telah jelas bahwa definisi ghibah yaitu menceritakan tentang diri
saudara kita sesuatu yang ia benci meskipun hal itu benar. Ini berarti
kita menceritakan dan menyebarluaskan keburukan dan aib saudara kita
kepada orang lain. Allah sangat membenci perbuatan ini dan
mengibaratkan pelaku ghibah seperti seseorang yang memakan bangkai
saudaranya sendiri. Allah berfirman:
” Hai orang-orang yang beriman, jauhilah
kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah
dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah
sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang
diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah
kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)
3. Menjaga
Suara
Suara empuk dan tawa canda seorang wanita terlalu sering kita dengarkan di sekitar kita, baik secara langsung atau lewat radio dan televisi. Terlebih lagi bila wanita itu berprofesi sebagai penyiar atau MC karena memang termasuk modal utamanya adalah suara yang indah dan merdu. Begitu mudahnya wanita memperdengarkan suaranya yang bak buluh perindu, tanpa ada rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Padahal Dia telah memperingatkan:
Suara empuk dan tawa canda seorang wanita terlalu sering kita dengarkan di sekitar kita, baik secara langsung atau lewat radio dan televisi. Terlebih lagi bila wanita itu berprofesi sebagai penyiar atau MC karena memang termasuk modal utamanya adalah suara yang indah dan merdu. Begitu mudahnya wanita memperdengarkan suaranya yang bak buluh perindu, tanpa ada rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Padahal Dia telah memperingatkan:
“Maka janganlah kalian
merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang
yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf.”
(Al Ahzab: 32)
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga telah bersabda :
“Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan
menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia
terfitnah)”. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan dengan syarat Muslim oleh
Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i dalam Ash Shahihul Musnad, 2/36).
Sebagai muslimah harus menjaga suara saat berbicara dalam batas kewajaran bukan sengaja dibikin mendesah-desah, mendayu-dayu, merayu, dan semisalnya. Wallahu a’lam
Sebagai muslimah harus menjaga suara saat berbicara dalam batas kewajaran bukan sengaja dibikin mendesah-desah, mendayu-dayu, merayu, dan semisalnya. Wallahu a’lam
4. Mencukur alis mata
Abdullah bin Mas’ud RadhiyAllohu ‘anhu, dia berkata :
Abdullah bin Mas’ud RadhiyAllohu ‘anhu, dia berkata :
“Alloh Subhanahu wa
Ta’ala melaknat wanita yang mencukur alisnya dan wanita yang minta
dicukurkan alisnya, wanita yang minta direnggangkan giginya untuk
mempercantik diri, yang mereka semua merubah ciptaan Alloh”.
Mencukur alis atau
menipiskannya, baik dilakukan oleh wanita yang belum menikah atau sudah
menikah, dengan alasan mempercantik diri untuk suami atau lainnya
tetap diharamkan, sekalipun disetujui oleh suaminya. Karena yang
demikian termasuk merubah penciptaan Allah yang telah menciptakannya
dalam bentuk yang sebaik- baiknya. Dan telah datang ancaman yang keras
serta laknat bagi pelakunya. Ini menunjukkan bahwa perbuatan tersebut
adalah haram.
5.
Memakai Wangi-wangian
Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda:
Dari Abu Musa Al-Asyari bahwasannya ia berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda:
“Siapapun wanita yang memakai wewangian, lalu ia melewati
kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.”
(Al-Hakim II/396 dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).
Dari Zainab Ats-Tsaqafiyah
bahwasannya Nabi bersabda shalallohu ‘alahi wa sallam:
“Jika salah seorang
diantara kalian (kaum wanita) keluar menuju masjid, maka jangan
sekali-kali mendekatinya dengan (memakai) wewangian.” (Muslim dan Abu
Awanah).
Dari
Musa bin Yasar dari Abu Hurairah: Bahwa seorang wanita berpapasan
dengannya dan bau wewangian tercium olehnya. Maka Abu Hurairah berkata
:
Wahai hamba
Allah ! Apakah kamu hendak ke masjid ? Ia menjawab : Ya. Abu Hurairah
kemudian berkata : Pulanglah saja, lalu mandilah ! karena sesungguhnya
aku telah mendengar Rasulullah bersabda : “Jika seorang wanita keluar
menuju masjid sedangkan bau wewangian menghembus maka Allah tidak
menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu
mandi.” (Al-Baihaqi III/133).
Alasan pelarangannya sudah jelas, yaitu bahwa hal
itu akan membangkitkan nafsu birahi. Ibnu Daqiq Al-Id berkata :
“Hadits tersebut
menunjukkan haramnya memakai wewangian bagi wanita yang hendak keluar
menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi
kaum laki-laki” (Al-Munawi : Fidhul Qadhir).
Syaikh Albani mengatakan:
Jika hal itu saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar menuju
masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat
keramaian lainnya ? Tidak diragukan lagi bahwa hal itu jauh lebih haram
dan lebih besar dosanya. Berkata Al-Haitsami dalam AZ-Zawajir II/37
“Bahwa keluarnya seorang
wanita dari rumahnya dengan memakai wewangian dan berhias adalah
termasuk perbuatan dosa besar meskipun suaminya
mengizinkan”.Selanjutnya tentang pakaian seorang muslimah. Fenomena
jilbab sangat bagus saat ini, tetapi sangat disayangkan dalam
pelaksanaannya masih jauh dari yang disyariatkan, jilbab gaul
istilahnya.
6.
Memakai Pakaian transparan dan membentuk tubuh/ketat
Sebab yang namanya
menutup itu tidak akan terwujud kecuali tidak trasparan. Jika
transparan, maka hanya akan mengundang fitnah (godaan) dan berarti
menampakkan perhiasan. Dalam hal ini Rasulullah telah bersabda :
“Pada akhir umatku
nanti akan ada wanita-wanita yang berpakain namun (hakekatnya)
telanjang. Di atas kepala mereka seperti punuk unta. Kutuklah mereka
karena sebenarnya mereka adalah kaum wanita yang terkutuk.”
(At-Thabrani Al-Mujamusshaghir : 232).
Di dalam hadits lain
terdapat tambahan yaitu :
“Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR.Muslim).
“Mereka tidak akan masuk surga dan juga tidak akan mencium baunya, padahal baunya surga itu dapat dicium dari perjalanan sekian dan sekian.” (HR.Muslim).
Ibnu Abdil Barr berkata :
“Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dans tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.” ( Tanwirul Hawalik III/103).
“Yang dimaksud oleh Nabi adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dans tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, akan tetapi hakekatnya telanjang.” ( Tanwirul Hawalik III/103).
Dari Abdullah bin Abu Salamah, bahawsanya Umar bin Al-Khattab pernah
memakai baju Qibtiyah (jenis pakaian dari Mesir yang tipis dan berwarna
putih) kemudian Umar berkata :
“Jangan kamu pakaikan baju ini untuk
istri-istrimu !. Seseorang kemudian bertanya : Wahai Amirul Muminin,
Telah saya pakaikan itu kepada istriku dan telah aku lihat di rumah
dari arah depan maupun belakang, namun aku tidak melihatnya sebagai
pakaian yang tipis !. Maka Umar menjawab : Sekalipun tidak tipis,namun
ia menggambarkan lekuk tubuh.” (H.R. Al-Baihaqi II/234-235).
Usamah bin Zaid
pernah berkata: Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam pernah memberiku
baju Qibtiyah yang tebal yang merupakan baju yang dihadiahkan oleh
Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Baju itu pun aku pakaikan pada istriku.
Nabi bertanya kepadaku: “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qibtiyah ?”
Aku menjawab : Aku pakaikan baju itu pada istriku. Nabi lalu bersabda :
“Perintahkan ia agar
mengenakan baju dalam di balik Qibtiyah itu, karena saya khawatir baju
itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya.” (Ad-Dhiya Al-Maqdisi :
Al-Hadits Al-Mukhtarah I/441).
Aisyah pernah berkata:
” Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya (Ibnu Sad VIII/71).
” Seorang wanita dalam shalat harus mengenakan tiga pakaian : Baju, jilbab dan khimar. Adalah Aisyah pernah mengulurkan izar-nya (pakaian sejenis jubah) dan berjilbab dengannya (Ibnu Sad VIII/71).
Pendapat yang senada
juga dikatakan oleh Ibnu Umar : Jika seorang wanita menunaikan shalat,
maka ia harus mengenakan seluruh pakainnya :
Baju, khimar dan milhafah (mantel)” (Ibnu Abi Syaibah: Al-Mushannaf II:26/1).
Baju, khimar dan milhafah (mantel)” (Ibnu Abi Syaibah: Al-Mushannaf II:26/1).
7.
Memakai Pakaian menyerupai pakaian Laki-laki
Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya. Dari Abu Hurairah berkata:
Karena ada beberapa hadits shahih yang melaknat wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria, baik dalam hal pakaian maupun lainnya. Dari Abu Hurairah berkata:
“Rasulullah melaknat pria yang memakai pakaian
wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (Al-Hakim IV/19
disepakati oleh Adz-Dzahabi).
Dari Abdullah bin Amru yang berkata: Saya
mendengar Rasulullah shalallohu ‘alahi wa sallam bersabda:
“Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita.” (Ahmad II/199-200)
“Tidak termasuk golongan kami para wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria dan kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita.” (Ahmad II/199-200)
Dari Ibnu Abbas yang berkata: Nabi shalallohu ‘alahi
wa sallam melaknat kaum pria yang bertingkah kewanita-wanitaan dan kaum
wanita yang bertingkah kelaki-lakian. Beliau bersabda :
“Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan.”
“Keluarkan mereka dari rumah kalian. Nabi pun mengeluarkan si fulan dan Umar juga mengeluarkan si fulan.”
Dalam lafadz lain :
“Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria.” (Al-Bukhari X/273-274).
“Rasulullah melaknat kaum pria yang menyerupakan diri dengan kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupakan diri dengan kaum pria.” (Al-Bukhari X/273-274).
Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah shalallohu ‘alahi wa
sallam bersabda:
“Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu).” ( Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi).
“Tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah tidak akan memandang mereka pada hari kiamat; Orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, wanita yang bertingkah kelaki-lakian dan menyerupakan diri dengan laki-laki dan dayyuts (orang yang tidak memiliki rasa cemburu).” ( Al-Hakim I/72 dan IV/146-147 disepakati Adz-Dzahabi).
Dalam hadits-hadits
ini terkandung petunjuk yang jelas mengenai diharamkannya tindakan
wanita menyerupai kaum pria, begitu pula sebaiknya. Ini bersifat umum,
meliputi masalah pakaian dan lainnya, kecuali hadits yang pertama yang
hanya menyebutkan hukum dalam masalah pakaian saja.
8. Memakai
Pakaian menyerupai pakaian Wanita Kafir
Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya :
Syariat Islam telah menetapkan bahwa kaum muslimin (laki-laki maupun perempuan) tidak boleh bertasyabuh (menyerupai) kepada orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakain khas mereka. Dalilnya Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya :
“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang
yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada
kebenaran yang telah turun (kepada mereka) dan janganlah mereka seperti
orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya,
kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka
menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang
fasik(Al-Hadid:16).”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: Firman Allah Subhanahu
Wa Ta’ala dalam surat Al-Hadid ayat 16, yang artinya:
“Janganlah mereka seperti…” merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan (Al-Iqtidha… hal. 43).
“Janganlah mereka seperti…” merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka, di samping merupakan larangan khusus dari tindakan menyerupai mereka dalam hal membatunya hati akibat kemaksiatan (Al-Iqtidha… hal. 43).
Ibnu Katsir berkata ketika menafsirkan ayat ini (IV/310):
Karena itu Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang orang-orang beriman
menyerupai mereka dalam perkara-perkara pokok maupun cabang. Allah
berfirman : Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad).”Raaina” tetapi katakanlah “Unzhurna” dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih” (Q.S. Al-baqarah:104).
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad).”Raaina” tetapi katakanlah “Unzhurna” dan dengarlah. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih” (Q.S. Al-baqarah:104).
Lebih lanjut Ibnu
Katsir berkata dalam tafsirnya (I/148): Allah melarang hamba-hamba-Nya
yang beriman untuk mnyerupai ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan
orang-orang kafir. Sebab, orang-orang Yahudi suka menggunakan plesetan
kata dengan tujuan mengejek.
Jika mereka ingin mengatakan “Dengarlah kami”
mereka mengatakan “Raaina” sebagai plesetan kata “ruunah” (artinya
ketotolan) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 46. Allah
juga telah memberi tahukan dalam surat Al-Mujadalah ayat 22, bahwa
tidak ada seorang mu’min yang mencintai orang-orang kafir. Barangsiapa
yang mencintai orang-orang kafir, maka ia bukan orang mu’min, sedangkan
tindakan menyerupakan diri secara lahiriah merupakan hal yang
dicurigai sebagai wujud kecintaan, oleh karena itu diharamkan.
Kerudung Wanita (Jilbab), Perintah ALLAH yang Sudah Dilupakan Umat Islam
Ada
satu peribahasa pendek, sederhana, tetapi dalam artinya, yang berbunyi
sebagai berikut: “Tak Kenal Maka Tak Sayang” Sesuai dengan peribahasa
diatas, ada satu perintah Allah yang penting yang hampir tak dikenal
atau dianggap enteng oleh umat Islam, yaitu keharusan wanita memakai
kerudung kepala.
Keharusan kaum wanita memakai kerudung kepala tertera dalam surat An Nur ayat 31 yang cukup panjang, yang penulis kutip satu baris saja, yang berbunyi sebagai berikut. : “Katakanlah kepada wanita yang beriman… … … . . Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung kepalanya sampai kedadanya”… … . .
Keharusan kaum wanita memakai kerudung kepala tertera dalam surat An Nur ayat 31 yang cukup panjang, yang penulis kutip satu baris saja, yang berbunyi sebagai berikut. : “Katakanlah kepada wanita yang beriman… … … . . Dan hendaklah mereka menutupkan kerudung kepalanya sampai kedadanya”… … . .
Dan seperti yang tercantum dalam surat Al
Ahzab ayat 59 yang artinya sebagai berikut. : “Hai Nabi, katakanlah
kepada isteri-isteri engkau, anak-anak perempuan engkau dan
isteri-isteri orang mu’min, supaya mereka menutup kepala dan badan
mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka
tentulah mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat.
Allah pengampun lagi pengasih”.
Perintah Allah diatas adalah jelas dan tegas yang wajib hukumnya bagi kaum wanita sebagaimana dinyatakan Allah pada pembukaan surat An Nur yaitu : “Inilah satu surah yang Kami turunkan kepada rasul dan Kami wajibkan menjalankan hukum-hukum syariat yang tersebut didalamnya. Dan Kami turunkan pula didalamnya keterangan-keterangan yang jelas, semoga kamu dapat mengingatnya”.
Perintah Allah diatas adalah jelas dan tegas yang wajib hukumnya bagi kaum wanita sebagaimana dinyatakan Allah pada pembukaan surat An Nur yaitu : “Inilah satu surah yang Kami turunkan kepada rasul dan Kami wajibkan menjalankan hukum-hukum syariat yang tersebut didalamnya. Dan Kami turunkan pula didalamnya keterangan-keterangan yang jelas, semoga kamu dapat mengingatnya”.
Dari bunyi ayat diatas jelaslah wanita yang
tidak memakai kerudung telah melakukan dosa yang besar karena ingkar
kepada hukum syariat Islam yang diwajibkan oleh Allah.
Perintah
Allah diatas ditegaskan lagi oleh Nabi Muhammad S.A.W. dalam hadist
beliau yang artinya : “Wahai Asma! Sesungguhnya seorang perempuan
apabila sudah cukup umur, tidak boleh dilihat seluruh anggota tubuhnya,
kecuali ini dan ini, sambil rasulullah menunjuk muka dan kedua tapak
tangannya”.
Sekarang kalau kita keliling diseluruh Indonesia,
Malaysia, Singapura dan Brunei, sedikit sekali kaum wanita Islam yang
memakai kerudung kepala, umumnya hanya anak-anak gadis pesantren.
Jumlah kaum wanita yang memakai kerudung kepala bisa dihitung dengan
jari, tidak ada artinya dari jumlah penduduk Islam yang lebih kurang
180 juta.
Kalau begitu gambarannya, banyak sekali kaum wanita yang masuk
neraka, cocok sekali dengan bunyi hadits dibawah ini, yang artinya
sebagai berikut. : “Saya berdiri dimuka pintu soranga, tiba-tiba
umumnya yang masuk ke soranga orang-orang miskin, sedangkan orang yang
kaya-kaya masih tertahan, hanya saja bahagian mereka telah
diperintahkan masuk neraka, dan aku berdiri di pintu neraka maka
kebanyakan yang masuk neraka wanita.
Banyak kaum wanita yang masuk
neraka, semata-mata karena didalam hidupnya tak mau memakai kerudung
kepala atau Jilbab, didalam neraka akan mendapat siksaan yang berat
sekali sebagai mana diceritakan Nabi Muhammad dalam hadits beliau yang
artinya sebagai berikut. ; “Wanita yang akan digantung dengan
rambutnya, sampai mendidih otak dikepalanya didalam neraka, ialah
wanita-wanita yang memperlihatkan rambutnya kepada laki-laki yang bukan
muhrimnya” Hadits diatas adalah bahagian akhir dari hadits nabi
Muhammad yang cukup panjang, yang menceritakan berbagai macam siksa
neraka yang diperlihatkan Allah waktu beliau pergi mikraj. Waktu beliau
menceritakan nasib kaum wanita yang berat siksanya didalam neraka
karena tak mau memakai kerudung kepala atau jilbab didalam hidupnya,
beliau meneteskan air mata.
Begitulah Nabi Muhammad S.A.W. menangisi
nasib kaum wanita dari ummatnya nanti di akherat, tetapi sekarang kalau
kaum wanita Islam disuruh memakai kerudung kepala, banyak alasannya
ada yang mengatakan fanatika agama, sudah kuno tidak cocok dengan
zaman, panas dan lain sebagainya. Sikap kaum wanita di zaman sekarang
sungguh bertolak belakang dengan sikap kaum wanita di zaman dahulu
diwaktu ayat kerudung kepala itu turun, sebagaimana diceritakan oleh
Aisyah, istri Nabi Muhammad S.A.W. berikut ini : “telah berkata Aisyah :
Mudah-mudahan Allah memberi rahmat atas perempuan-perempuan Muhajirat
yang dahulu. Diwaktu Allah menurunkan ayat kerudung itu, mereka koyak
kain-kain berlukis mereka yang belum dijahit, lalu mreka jadikan
kerudung”.
Sikap wanita Islam di Medinah pada waktu turunnya ayat
kerudung itu, betul-betul cocok dengan seorang pribadi beriman, sebagai
yang digambarkan Allah didalam Al Qur’an, yaitu jika mereka mendengar
ayat-ayat Allah dibacakan, mereka lalu berkata :”Kami mendengar dan
kami patuh”.
Tetapi sekarang sikap sebagian wanita Islam, jika
dibacakan ayat mengenai keharusan memamakai Jilbab, mereka berkata
:”Kami mendengar tetapi kami ingkar. ” Kalau begitu sikap kaum wanita
Islam terhadap ayat Jilbab ini, betul tidak cocok dengan pengakuannya
kepada Allah didalam shalat yang berbunyi sebagai berikut:
“La syarikallahu wabidzalika ummirtu wa anna minal muslimin. ” Yang artinya “Tiada syarikat bagi Engkau dan aku mengaku seorang muslimah”
“La syarikallahu wabidzalika ummirtu wa anna minal muslimin. ” Yang artinya “Tiada syarikat bagi Engkau dan aku mengaku seorang muslimah”
Seorang
wanita yang mengaku dirinya seorang muslimah, yaitu tunduk dan patuh
kepada seluruh perintah Allah, harus berpakaian muslimah didalam
hidupnya, yaitu terdiri dari jilbab dan pakaian yang menutup seluruh
anggota tubuhnya, berlengan panjang sampai pergelangan tangannya dan
memakai rok yang menutup sampai mata kakinya. Kalau mereka tidak
berpakaian seperti diatas, mereka bukan disebut wanita muslimah. Jadi
pengakuannya didalam shalat yang berbunyi :”Aku mengaku seorang
muslimah” adalah kosong, dusta kepada Allah.
Seseorang
yang bersumpah palsu saja dimuka pengadilan adalah berat hukumannya,
apalagi seseorang yang berjanji palsu dihadapan Allah, tentu berat
hukumannya didalam neraka, yaitu sampai digantung dengan rambutnya
hingga mendidih otaknya.
Kaum wanita menyangka bahwa tidak memakai
jilbab adalah dosa kecil yang tertutup dengan pahala yang banyak dari
shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan. Ini adalah cara
berpikir yang salah harus diluruskan. Kaum wanita yang tak memakai
jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah hapus
seluruh pahala amal ibadahnya sebagai bunyi surat Al Maidah ayat 5
baris terakhir yang artinya :”… . . Barang siapa yang mengingkari
hukum-hukum syariat islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya
bahkan diakhirat dia termasuk orang-orang yang merugi
Senyumlah Pada Semua Orang Tapi Hatimu Jangan
…Merasa
Terpaksa.
Sederhana,
mudah, dan dahsyat.
Senyum itu sederhana, tapi berdampak dahsyat.
Senyum itu
kecil, tapi bermakna raksasa.
Senyum itu mudah, tapi sangat
berharga.
Karenanya,
Mari tersenyum
Nikmati keajaiban-keajaiban yang
ditimbulkan setelahnya
Tersenyum, amat mudah untuk dilakukan. Membutuhkan
tidak lebih sedetik untuk merubah dari bibir biasa menjadi senyum. Dan
butuh sekitar tujuh detik agar bisa bertahan dan senyum hingga tampak
sebagai cermin ketulusan hati.
Kenapa hal yang mudah dilakukan ini
jarang kelihatan? Orang-orang dengan wajah kusam banyak menghiasi
tempat kerja, fasilitas umum, mal, dan taman. Bahkan rumah kita sendiri
yang seharusnya menjadi tempat yang dipenuhi senyum malah tampak
buram. Lipatan-lipatan yang membentuk sudut di wajah mereka
memperlihatkan beratnya beban yang mesti ditanggung. Banyak muka yang
cemberut di antara matanya. Angker dan menyeramkan.
Kenapa
senyum menghilang dari tampilan mereka. Entah kenapa senyum dan juga
tawa yang mengiringi wajah-wajah itu sejak kecil kini hilang. Dan
bahkan wajah-wajah dewasa makin banyak kehilangan senyum tulus. Tak
ketinggalan wajah-wajah remajanya, kini ikut-ikutan ketularan berwajah
masam tanda menanggung banyak derita.
Senyum adalah anugerah terindah
yang diberikan Allah kepada manusia. Senyum diberikan oleh Allah agar
manusia terlihat lebih indah. Namun sayangnya anugerah terindah ini
mulai sulit ditemui pada banyak wajah manusia. Padahal dunia akan jauh
lebih indah bila manusia mampu memanfaatkannya.
Kehidupan
manusia pun akan lebih tenteram bila kita menemui banyak senyum di
sekitar kita.Lebih-lebih bila senyum itu berasal dari wajah kita
sendiri. Bukankah sangat enak bila kita mendapat senyum? Dan bukankah
jauh lebih enak bila senyum berasal dari wajah kita?
Nabi
Muhammad telah memelopori pentingnya senyuman agar memberikan rasa
nyaman kepada orang lain. Rasulullah pernah memotivasi para sahabatnya
tentang makna senyuman itu.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh HR.
Muslim, Rasulullah berpesan:
“Janganlah kalian menganggap remeh
kebaikan itu, walaupun itu hanya bermuka cerah pada orang lain,”.
Senyum
yang sederhana, mudah, dan gratis itu ternyata menyimpan banyak
keajaiban. Bentuknya macam-macam. Ada kemudahan, kesehatan, kekayaan,
kebaikan, solusi dan sebagainya. Sebagaimana diingatkan Allah dalam Al
Quran:
Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, tentu diadakan-Nya
jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari “pintu” yang tak
diduga-duga olehnya. Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka
Tuhan Allah akan mencukupkan kebutuhannya. Bahkan sesungguhnya Allah
pelaksana semua peraturan-Nya. Dan Allah juga telah menjadikan
segala-galanya serba beraturan. (Ath Tholaq ayat 2-3)
Memang
senyum – garis lengkung kecil tapi mampu meluruskan banyak hal – adalah
hal yang luar biasa. Ia seperti hujan di tengah kemarau panjang. Ia
seperti setetes darah bagi si sakit yang membutuhkan. Ia seperti udara
bagi yang tercekik. Ia seperti mangga asam bagi ibu yang sedang ngidam.
Ia seperti pinjaman uang bagi yang sedang membutuhkan.
Senyum pada
hakikatnya adalah kebutuhan manusia. Siapa yang senang tersenyum
membuat jiwa, perasaan, pikiran dan fisiknya terpenuhi kebutuhannya.
Bila manusia tidak senang tersenyum, ada luka di jiwa, rasa dan
pikirnya. Bagi jiwa yang terluka membuat hidup dipenuhi kegelisahan.
Bagi perasaan yang terluka membuat hidup jadi tak tenang. Bagi pikiran
yang terluka membuat hidup penuh beban.
Walau tak
ada aturan yang baku, rasanya sepakat bahwa senyum itu harus berarti
satu, artinya senyum haruslah bertujuan untuk menyatukan hati. Baik
hati yang memberi dan menerima senyum. Dengan begitu, senyum itu
berperan sebagai pengikat dan jembatan antara satu diri dengan diri
yang lain. Karena sesungguhnya senyum adalah jarak yang terdekat antara
dua manusia.
Jika kita memaksakan diri untuk
tersenyum, maka sesungguhnya kita pun merasa tersenyum. Singkatnya,
suasana hati kita akan mengiringi postur tubuh dan yang lebih penting
lagi, orang di sekeliling kita cenderung merasa apa yang sedang kita
rasakan. Suasana hati seperti itu sangat menular.
Take Me Away
- I cannot find a way to describe itIt's there inside; all I do is hideI wish that it would just go awayWhat would you do, you do, if you knewWhat would you do[Chorus:]All the pain I thought I knewAll the thoughts lead back to youBack to what was never saidBack and forth inside my headI can't handle this confusionI'm unable; come and take me away
I feel like I am all aloneAll by myself I need to get around thisMy words are cold, I don't want them to hurt youIf I show you, I don't think you'd understandCause no one understands
[Chorus]
I'm going nowhere (on and on and)I'm getting nowhere (on and on and on)Take me awayI'm going nowhere (on and off and off and on)(and off and on)
[Chorus]
Take me awayBreak me awayTake me away
Yang Terbaik Bagimu
Teringat masa kecilku
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buatku melambung
Disisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi
Serta harapanmu
Kau ingin ku menjadi
Yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu jatuh dan terinjak
Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji
Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu
Andaikan detik itu
Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku
Membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu
Yang pernah terlewati
Kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu
Buatku melambung
Disisimu terngiang
Hangat nafas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi
Serta harapanmu
Kau ingin ku menjadi
Yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu
Jauhkan godaan
Yang mungkin kulakukan
Dalam waktuku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku
Terbelenggu jatuh dan terinjak
Reff:
Tuhan tolonglah sampaikan
Sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji
Tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya
Ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu
Andaikan detik itu
Kan bergulir kembali
Kurindukan suasana
Basuh jiwaku
Membahagiakan aku
Yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu
Yang pernah terlewati
Hidup Ini Adalah Film Terbaik
Aku, kamu dan mereka adalah peran utama, bukan sekedar figuran, sandiwara ini nyata, hingga pada saatnya mati…
Adegan demi adegan, setiap detik 'kan terekam, takkan dapat 'tuk di rewind, mari t'rus kita jalankan, hingga pada saatnya mati…
Berlari terjatuh, berjalan, merangkak, bahagia, terluka, menangis dan tertawa, menjadi bagian yang terindah
Saat nafas pertama, hidup kita dimulai, kamera t'lah berputar tuk mengambil gambar…
Maka berbahagialah, karena kita semua, menjadi yang terpilih dan mendapatkan peran…nikmatnya….
Planet bumi adalah, panggung kita termegah, maka lakukan pertunjukan yang terbaik…
Adegan demi adegan, setiap detik 'kan terekam, takkan dapat 'tuk di rewind, mari t'rus kita jalankan, hingga pada saatnya mati…
Berlari terjatuh, berjalan, merangkak, bahagia, terluka, menangis dan tertawa, menjadi bagian yang terindah
Saat nafas pertama, hidup kita dimulai, kamera t'lah berputar tuk mengambil gambar…
Maka berbahagialah, karena kita semua, menjadi yang terpilih dan mendapatkan peran…nikmatnya….
Planet bumi adalah, panggung kita termegah, maka lakukan pertunjukan yang terbaik…
Dia
tak pernah ada jalan keluar
saat kita berbeda pendapat
jalan buntu ku temui
dan kini ia pun pergi menghilang
saat aku akan mencoba
untuk lebih saling mengerti
takkan ada yang lainnya
takkan mungkin tergantikan
takkan ada sepertinya
Reff :
dia tlah berubah
tak seperti dulu menemaniku
dan tak ada lagi senyumnya
tak pernah ada jalan keluar
saat kita akan mencoba
untuk lebih saling mengerti
takkan ada yang lainnya
takkan mungkin tergantikan
takkan ada sepertinya
Reff :
dan dia tlah berubah
tak seperti dulu menemaniku
dan tak ada lagi senyumnya
dan dia tlah berubah
tak seperti dulu menemaniku
dan tak ada lagi candanya
hoo...
takkan ada yang lainnya
takkan mungkin tergantikan
takkan ada yang sepertinya
Reff :
dan dia tlah berubah
tak seperti dulu menemaniku
dan tak ada lagi senyumnya
dan dia tlah berubah
tak seperti dulu menemaniku
dan tak ada lagi candanya
hoo...
saat kita berbeda pendapat
jalan buntu ku temui
dan kini ia pun pergi menghilang
saat aku akan mencoba
untuk lebih saling mengerti
takkan ada yang lainnya
takkan mungkin tergantikan
takkan ada sepertinya
Reff :
dia tlah berubah
tak seperti dulu menemaniku
dan tak ada lagi senyumnya
tak pernah ada jalan keluar
saat kita akan mencoba
untuk lebih saling mengerti
takkan ada yang lainnya
takkan mungkin tergantikan
takkan ada sepertinya
Reff :
dan dia tlah berubah
tak seperti dulu menemaniku
dan tak ada lagi senyumnya
dan dia tlah berubah
tak seperti dulu menemaniku
dan tak ada lagi candanya
hoo...
takkan ada yang lainnya
takkan mungkin tergantikan
takkan ada yang sepertinya
Reff :
dan dia tlah berubah
tak seperti dulu menemaniku
dan tak ada lagi senyumnya
dan dia tlah berubah
tak seperti dulu menemaniku
dan tak ada lagi candanya
hoo...
Episode Ini
Episode ini, kita t'rus mencari, sesuatu yang tak pernah kita raih…
Satu menghilang, seribu pun datang
Buka lembaran, kan kita jelang…
Curilah hari ini, resapi semua arti, raihlah semua kembali…
Generasi kita tak akan berjalan di tempat
stagnasi! berganti…
Detik waktu melaju cepat, hingga ku tak bisa prediksi! à hadapi…
Dan ku melangkah, teruskan mengejar, apa yang tertinggal dari masa kini
Hingga na nana nananana nanti….
Lahirkan satu bukti generasi baru
Bentuk satu langkah yang membuat kita tak terikat tradisi…stagnasi…
Degup jantung ini terus kan memompa semua ambisi… terbaik
Dan ku melangkah, teruskan mengejar, apa yang tertinggal dari masa kini
Hingga na nana nananana nanti….
Lahirkan satu bukti generasi baru….
*Selamatkanlah generasi mu! kini, yang kini seakan berakhir
Selamatkanlah generasi mu! kini, yang kini seakan berakhir
Lekas dokumentasikan semua, momentum yang takkan pernah terulang
Lekas dokumentasikan semua, momentum yang takkan pernah terulang
Satu menghilang, seribu pun datang
Buka lembaran, kan kita jelang…
Curilah hari ini, resapi semua arti, raihlah semua kembali…
Generasi kita tak akan berjalan di tempat
stagnasi! berganti…
Detik waktu melaju cepat, hingga ku tak bisa prediksi! à hadapi…
Dan ku melangkah, teruskan mengejar, apa yang tertinggal dari masa kini
Hingga na nana nananana nanti….
Lahirkan satu bukti generasi baru
Bentuk satu langkah yang membuat kita tak terikat tradisi…stagnasi…
Degup jantung ini terus kan memompa semua ambisi… terbaik
Dan ku melangkah, teruskan mengejar, apa yang tertinggal dari masa kini
Hingga na nana nananana nanti….
Lahirkan satu bukti generasi baru….
*Selamatkanlah generasi mu! kini, yang kini seakan berakhir
Selamatkanlah generasi mu! kini, yang kini seakan berakhir
Lekas dokumentasikan semua, momentum yang takkan pernah terulang
Lekas dokumentasikan semua, momentum yang takkan pernah terulang
Sopir Pribadi Hobby Betulin Mobil
Seorang sopir pribadi sebuah keluarga mempunyai kebiasaan unik. Dia sering bercinta dengan pacarnya yang juga pembantu di rumah tersebut di kolong mobil majikannya yang selalu diparkir di depan rumah.
Suatu malam, seperti biasa, dia sedang asyik indehoy dengan sang pembantu di kolong mobil. Baru 15 menit dia “kerja bakti”, ada orang yang menendang kakinya sambil berteriak,
“Parman, sedang apa kamu di situ!”
Si sopir yang bernama Parman sudah hafal betul itu suara majikan perempuannya. Dengan cuek Parman menyahut,
“Sedang betulin mobil Nyah”
Sekali lagi Parman ditendang kakinya, “Apa? Sedang apa kamu!”
“Ya ampun, Nyah! Saya lagi betulin mobil!” jawab Parman tetap konsen dengan kegiatannya.
Tapi lagi-lagi Parman ditendang kakinya. Kali ini sedikit lebih keras. “Kamu bilang lagi ngapain kamu!”
“Astaga, Nyonya! Saya lagi betulin mobil!!!” Parman nggak mau kalah.
“Betulin mobil yang mana? Orang mobilnya udah dibawa ama bapak 5 menit yang lalu…..!” kata makjikannya sambil melotot.
Suatu malam, seperti biasa, dia sedang asyik indehoy dengan sang pembantu di kolong mobil. Baru 15 menit dia “kerja bakti”, ada orang yang menendang kakinya sambil berteriak,
“Parman, sedang apa kamu di situ!”
Si sopir yang bernama Parman sudah hafal betul itu suara majikan perempuannya. Dengan cuek Parman menyahut,
“Sedang betulin mobil Nyah”
Sekali lagi Parman ditendang kakinya, “Apa? Sedang apa kamu!”
“Ya ampun, Nyah! Saya lagi betulin mobil!” jawab Parman tetap konsen dengan kegiatannya.
Tapi lagi-lagi Parman ditendang kakinya. Kali ini sedikit lebih keras. “Kamu bilang lagi ngapain kamu!”
“Astaga, Nyonya! Saya lagi betulin mobil!!!” Parman nggak mau kalah.
“Betulin mobil yang mana? Orang mobilnya udah dibawa ama bapak 5 menit yang lalu…..!” kata makjikannya sambil melotot.